Selasa, 29 September 2009

Ayam Dadakan Bumbu Kampung buka di De koeliner Jatibening Bekasi


Apabila anda ingin makan enak dengan sajian serba baru dan dimasak dadakan,...Ehm...datang dan nikmati sajian kami dengan penuh keramah tamahan, dijamin membuat kenyang dan yang pasti murah......
(tagline iklan Pondok Ayam Kampung Dadakan)


Bekasi, de koeliner.com - kelanakuliner.com
Memilih tempat makan pujasera mungkin Anda akan kesulitan saat memilih menu masakan yang hendak kita santap. Lain halnya bila kita memang sudah tahu apa yang hendak kita pilih untuk kita makan, baik itu sudah tahu apa yang hendak kita makan sebelum masuk pujaseranya, atau sudah tahu tujuan yang akan kita pilih di tempat favorit kita.

Masuk ke pujasera De Koeliner, bila anda favorit dengan menu masakan ayam goreng atau bakar, maka saya hanya bisa merekomendasikan Pondok Ayam Kampung Dadakan. Anda sendiri tahun mengapa disebut dengan Ayam Kampung Dadakan bukan? Bila tidak, inilah yang saya informasikan buat Anda, karena Anda mun gkin baru pertama kali berkunjung di de Koeliner, maka pastinya Anda dadakan tiba di tempat baru buat Anda, bila Anda sudah pernah berkunjung setidaknya pasti mencoba semua yang serba cepat alias instan. Mungkin kata dadakan bisa menggantikan istilah menu masakan instan yang memang sudah cukup populer di tengah kita.


Bertemu dengan Eman Suhada, salah seorang pegawai negeri yang akhirnya mencoba buka usaha kuliner menu masakan yang menurutnya sudah amat dikenal di daerah asalnya. Jangan heran menu masakan ayam goreng maupun ayam bakar adalah pilihan favorit orang kebanyakan. Cuma Eman ingin menyajikan kemasan yang berbeda, mulai dari namanya yang instan alias dadakan.

Ayam kampung yang telah direbus sedemikian hingga dengan bumbu-bumbu rempah khusus dengan cara ungkeb, kemudian secara utuh belum terpotong, digantung di etalase, yang kemudian siap untuk disajikan dalam bentuk masakan goreng atau bakar.

Dengan konsep sederhana, Eman Suhada lelaki beranak 2 ini membuat setiap sajian masakan ayam kampungnya cepat bisa dinikmati oleh para pelanggan. Kalau anda mau tahu, ada hal unik dari pegawai negeri yang sering berurusan dengan usaha ternak ayam broiler ini. Namun dia lebih suka dengan menu masakan ayam kampung buat usaha kulinernya.

Selisih harga yang lebih mahal tidak mengendurkan niatnya, malah tetap dia ingin meneruskan usahanya dengan sajian utama ayam kampung. Lelaki yang kelahirannya sama dengan ibu Kartini tanggal 21 April 1969 ini menambahkan bahwa selain masalah rasa, tampilan dari ayam kampung yang bisa dinikmati para calon pelanggannya bisa dilihat saat berkunjung ke satu pondok sajianya di pujasera De Koeliner.

Satu hal yang perlu Anda ingat adalah saat Anda masuk ke pujasera De Koeliner, maka posisi Pondok Ayam Kampung Dadakan yang ada di sisi sebelah kanan dari pintu masuk pujasera, tepat di tengah area. Di sana Anda akan melihat berjejer beberapa ayam kampung siap saji yang telah diunkeb dan dibumbui siap untuk dipanaskan baik disajikan dengan digoreng atau dibakar sesuai dengan selera Anda. lalu mengapa ayamnya tergantung setengah matang?

Eman Suhada, yang juga guru bimbingan konseling ini menjelaskan bahwa keinginan banyak orang ingin merasakan menu makanan "segar" langsung dari tempat masaknya (fresh from cooking) maka kami menyiapkan sebelumnya ayamnya setengah matang yakni diungkeb dengan bumbu rempah. Bila pelanggan datang memesan, maka akan disiapkan sesuai selera apa mau digoreng, dibakar atau dipepes. Sehingga waktu penyajian cukup singkat sekitar 5 s/d 10 menit dan siap disantap di meja pelanggan, karena itulah namanya disebut dadakan (instan), demikian tambah Eman yang sempat belajar usaha kuliner setahun silam ini.

Pilihan menunya pun cukup ekonomis, bila Anda datang sendiri anda bisa pilih menu dalam porsi kecil, sedangkan bila Anda datang bersama keluarga bisa dalam porsi besar. Masalah rasa, sebaiknya langsung saja Anda datang ke De Koeliner atau reservasi di no telp. (021) 7065.7260. Buruan kebur keabisan, Bro and Sis!!!!

Sidik Rizal - dobeldobel.com